• Polemik mobil Batu Bara parkir sepanjang jalan Jalur 2 Ma.bulian, masyarakat:pengguna jalan lainya terganggu (100%)

    Polemik mobil Batu Bara parkir sepanjang jalan Jalur 2 Ma.bulian, masyarakat:pengguna jalan lainya terganggu

Polemik mobil Batu Bara parkir sepanjang jalan Jalur 2 Ma.bulian, masyarakat:pengguna jalan lainya terganggu

0

Minggu, 09 Januari 2021||06:22 Wib


Batanghari lsmdankruminal.com-Beberapa waktu Pihak Kepolisian melalui Ditlantas Polda Jambi membuat aturan terkait Tata Cara Pengangkutan Batubara. Tapi hingga saat ini masih banyak Armada Batubara yang masih melintasi jalan umum di Provinsi Jambi sebelum waktu operasional yang sudah ditetapkan.

Dalam Tata cara pengangkutan batubara ada lima Poin yang harus yang harus dipatuhi oleh para Sopir pengangkut batubara yang melintasi jalan umum di Provinsi Jambi.

1.WAKTU OPERASIONAL :  
Dapat beroperasi di Jalan Umum dari Pukul 18.00 Wib - 08.60 Wib (Malam Hari) 

2. DAYA ANGKUT : 
Truk PS, Colt Diesel dengan daya angkut & kelas Jalan sesuai Buku Uji Kendaraan (KIR) 

3. RUTE :
Tidak melewati Jalan Perkotaan 

4. TIDAK KONVOI : 
Tidak Beriringan dangan Angkutan Batubara lainnya saat di Jalan Umum 

5. PARKIR / BERHENTI : 
Tidak boleh Parkir / Berhenti di badan jalan.

Dalam lima poin tersebut juga dijelaskan, Pelanggaran terhadap tata cara pengangkutan batubara, dilakukan penindakan dengan tilang sesuai UU 22 tahun 2009 tentang lalulintas angkutan jalan.

Untuk di Kabupaten Batanghari sendiri, Armada muatan Batubara banyak yang parkir sembarangan dibadan jalan, sehingga pengendara lain merasa sangat terganggu.

Disepanjang jalan jalur dua Gajah Mada yang menuju Jambi di Kelurahan Pasar Baru dan Muara Bulian banyak Armada angkutan Batubara yang Parkir.

Ditambah lagi banyaknya armada muatan Batubara yang Parkir di seberang jalan Jambi menuju Muara Tembesi. Warga merasa terganggu dengan keadaan tersebut.

Makin parahnya lagi, Armada angkutan Batubara parkir di hingga dua lapis dijembatan kembar yang merupkan aset Negara baru dibangun oleh pemerintah beberapa tahun lalu.

Jembatan kembar juga merupakan pembatas wilayah antara Kelurahan Pasar Baru dan Kelurahan Muara Bulian, Kabupaten Batanghari, Jambi.

Dari laporan warga setempat dan melihat kebenaran yang terjadi, Lurah Pasar Baru, Lurah Muara Bulian, warga dan para tokoh masyarakat serta didampingi dari pihak Polsek setempat melakukan penertiban dengan memasang plang kecil menandakan tidak boleh parkir diarea tersebut.

Lurah Muara Bulian Rusdi Madjid, S.Sos saat turun ke jalan, kepada media ini mengatakan,langkah yang diambil ini semata-mata dikarenakan banyaknya keluhan dari masyarakat dan pengguna jalan yang terhambat oleh karena seluruh bidang jalan "dikuasai" oleh armada BB tersebut.

"Kami sangat berharap agar kawan-kawan sopir armada BB bisa saling mengerti, bagaimana agar para sopir dapat mencari rezeki dan pengguna jalan lainnya tidak terhambat apalagi yang bersifat urgent seperti membawa orang sakit dan lain sebagainya" Ujar Pak Lurah Rusdi.

" Kami berharap jika memang belum ada solusi yang tepat terkait armada BB ini, setidaknya jangan parkir disepanjang jalur dua dalam kota Muara Bulian melebihi 1 (satu) lapis kendaraan dan jam operasional armada BB bisa diperlonggar." Harap Lurah.

Polemik angkutan dan armada batubara seperti tak pernah ada habisnya. Di satu sisi sangat banyak masyarakat kita yang mencari penghidupan dan mendapatkan hasil dari maraknya armada BB tersebut, seperti menjadi sopir, memiliki usaha armada BB dan beberapa usaha warung sepanjang jalan yang dilintasi armada BB tersebut mendapatkan hasil jual beli dari para sopir. 

Tetapi tidak dapat dipungkiri dan sangat jelas terlihat armada Batubara ini juga sangat meresahkan masyarakat terutama pengguna jalan dikarenakan kurang disiplin dan tertibnya armada Batubara tersebut dalam pemanfaatan penggunaan jalan umum baik pada saat parkir.

Tokoh Pemuda Karang Taruna, Kelurahan Pasar Baru sangat mendukung apa yang sudah dilaksanakan oleh Duo Lurah ini, sembari berharap agar tekhnis operasional armada BB ini dapat segera direvisi dengan mendengarkan masukan dan saran dari masyarakat terutama yang dilalui oleh armada BB selaku pihak yang terlibat langsung dari dampak armada BB ini.